Selasa, 07 Oktober 2008

Cara Menjalankan Puasa Enam Hari Bulan Syawal

Cara yang paling utama adalah berpuasa pada enam hari awal bulan syawal sesudah hari Idul Fithri secara langsung, berturut-turut sebagaimana yang ditetapkan oleh para ulama, karena cara itu lebih maksimal dalam mewujudkan pengikutan seperti yang dituturkan dalam hadits, "Kemudian mengikutinya", dan karena cara itu termasuk bersegera menuju kebajikan yang diperintahkan oleh dalil-dalil yang menganjurkannya dan memuji orang yang mengerjakannya, juga hal itu termasuk keteguhan hati yang merupakan bagian dari kesempurnaan seorang hamba Allah, sebab kesempatan tidak selayaknya dibiarkan lewat percuma ; karena seseorang tidak tahu apa yang dihadapkan kepadanya di kesempatan yang kedua atau akhir perkara.Inilah yang saya maksudkan dengan bersegera dalam beramal dan cepat-cepat mengambil kesempatan, sebaiknya seseorang menjalankannya dalam segala urusannya di kala kebenaran telah jelas nampak padanya.

NASIHAT ASMAUL HUSNA

Ar Rahmaan Sang Maha pengasih. Dia-lah yang selalu mencurahkanrahmat-Nya siang dan malam. Dia-lah pemilik Rahmat yang sangat sempurna, yang melimpahkan kebajikan bagi semua makhluk-Nya tanpa terkecuali. Dan jika seluruh rahmat telah ditebarkan, maka sebenarnya yang telah ditebarkan dimuka bumi adalah 1% sedangkan yang 99% tersimpan disisi-Nya. Bisa kita bayangkan betapa besar rasa kasih sayang yang tersimpan disana. Subhanawlah.. Maka pancarkanlah sifat kasih itu kepada semua makhluk ciptaan tuhan dengan tulus. Sayangilah orang tua yang telah mengasuhmu hingga dewasa, keluargamu yang selalu memberikan segala perhatian dan kesempatan mereka untukmu, teman- temanmu yang selalu ada menemanimu mewarnai segala kehidupanmu, dan juga saudara- saudara kitha yang tengah mengadah meminta belas kasih...

Ar Rahiim Sang Maha Penyayang. Ketika kita mendengar kata Ar Rahiim yang terbayangkan di lubuk hati kitha adalah seorang ibu yang dengan kasih sayang dan segenap keringatnya. Ketahuilah jika seluruh ibu didunia ini disatukan sejak dahulu hingga sekarang, maka itu tidak sebanding dengan kasih sayang allah SWT. Kasih sayangnya tidak dapat dihitung dan tidak ada habisnya. Pancarkan kasih sayang itu dalam perbuatan keseharianmu dan kepada makhluk- makhluk allah yang lain. Pasti kau pun merindukan kasih sayang. Hanya dengan berbagi kasih sayanglah kau akan mendapat buah dari kasih sayangmu pula.

Al Malik Sang Pemilik Kerajaan. Yang akan membuat tunduk semua raja dimuka bumi ini, yang membuat jiwa para malaikat gemetar karena kekuasaa-Nya. Mohonlah kepada-Nya agar menganugrahkan nama itu, agar kitha dapat menguasai seluruh anggota tubuh, agar kitha dapat menguasai nafas, agar kitha dapat menguasaiDIRI SENDIRI. Dan jika kitha telah menguasai diri kitha sendiri dan bersikap sesuai dengan perintah-Nya, maka kitha telah menjadi raja yang sesungguhnya yaitu raja atas jiwamu...

BERSAMBUNG ..



My parents



My family
My fRienDn
pAk. MirzA And bUk. FitRie..
*
AT>*selamat datang, saudariku .. yang berasal dari XI IPA 4.selamat datang saudariku.. yang berasal dari berbagai suku.selamat datang saudariku.. yang telah memuji keelokan Blogku.**
Ya.. untuk pUjianmu.. ya.. untuk Senyum iNDahmu Yang membangkitKAn CinthA Dan MemberikAn kAsIh sYAng BAggi orAng lAin.. ya.. Untuk kAta- ktha baikmu YAng membangun PersahaBAtn diAntara kitha dan menjauhkan dri rSa DengkI kreNA miliKku leBih Bagus.. ya.. unTUk rAsa teriMa kasIhku paDhamu.. sEmogAa Allah sLalu memBerIkAn RahmAt, kpDa oRng Yng TiDAk berkatHA Jelek sEusai MemBAca semUaNyaa.... ma.av antaree gag bsa ngasihh apa"" kcwli kata mutHiara ..
.. jika cintadatang tiba""..,,, jangan segera p.cayaa..krena cinta yang baruu kaw kenall ittu ..jugha inkk akan pergi secepat kilat meninggalkanmuu..
sesungguhnya bersama keSuliATn iTu ada kemudAHn.
alLAh akAn menCiptakan keLApanGan seteLAh kesempitAn.
DAri WAktu keWAktu iTu adalaH kElaPngAn.
seGAla puJi bAgi Allah yAng TElah mengHilangkan rAsa SedIh daRi kuwh.(;*... By. AntARee** dee..E- cHimoEts__*;)

“Minal Aidin Wal Faizin” Apa Artinya Ya?

“Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal ‘aidin wal faizin, Mohon maaf lahir batin”

itulah kalimat yang sering diucapkan saat hari lebaran tiba. Namun apakah arti kalimat Minal ‘aidin wal faizin sebenarnya?
Berikut ini ulasan mengenai makna “Minal ‘aidin wal faizin” dan “Halal Bihalal” menurut M Quraish Shihab yang saya ambil dari www.alifmagz.com.
Minal ‘aidin wal faizin
Memasuki ‘Idul Fitri, sembari bersilaturahmi, kita saling berharap dengan berdoa kepada sanak keluarga dan para sahabat, “minal ‘aidin wal faizin”. Apa sebenarnya makna doa itu? Dari segi bahasa, minal ‘aidin dapat diartikan dengan “(semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali”. Kembali di sini dimaksudkan kembali kepada fitrah manusia, yaitu “asal kejadiannya” atau “kesucian”. Bisa juga berarti “agama yang benar”.
Setelah berlalunya Ramadhan, bulan untuk mengasah dan mengasuh jiwa dengan berpuasa, kita saling berharap bisa kembali ke asal kejadian kita, kembali ke dalam keadaan yang suci seperti saat kita dilahirkan dulu, serta bisa kembali mengamalkan ajaran agama yang benar.
Sedangkan, al-faizin diambil dari kata fawz yang berarti keberuntungan. Dalam konteks dan maknanya, ayat-ayat yang menggunakan kata fawz, seluruhnya (kecuali dalam QS 4: 73), berarti “pengampunan dan keridhaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi”. Karena itu, Wal faizin hendaknya dipahami sebagai harapan dan doa, semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh keberuntungan berupa memperoleh ampunan dan ridha Allah swt sehingga kita semua mendapat kenikmatan surga-Nya.
Dengan demikian, minal ‘aidin wal faizin adalah doa untuk kita semua, agar kita dapat kembali menemukan jati diri kita dan agar kita bersama memperoleh keberuntungan berupa ampunan, ridha, dan kenikmatan surgawi.
Halal Bihalal
Saling mendoakan itu - dalam tradisi khas banyak umat Muslim di Indonesia - berbentuk acara Halal Bihalal. Banyak versi menyangkut asal muasal halal bihalal ini. Salah satunya mengatakan bahwa pada masa pemerintahannya di Keraton Surakarta, Mangkunegara I mempunyai inisiatif, setelah shalat ‘Idul Fitri, seluruh rakyat dikumpulkan di balai istana untuk sungkem kepada raja dan permaisuri. Kemudian masing-masing bersalaman, saling maaf-memaafkan di antara mereka yang hadir. Tujuan inisiatif ini adalah untuk menghemat waktu, pikiran, tenaga, dan juga biaya.
Apa yang dilakukan masyarakat di lingkungan Keraton Surakarta tersebut kemudian ditiru organisasi oraganisasi Islam, dengan sebutan halal bihalal. Pada perkembangan selanjutnya, halal bihalal banyak dilakukan instansi pemerintah dan masyarakat umum secara luas.
Dari pandangan hukum Islam dan arti kebahasaan, halal bihalal merupakan suatu bentuk aktivitas yang mengantarkan para pelakunya untuk meluruskan benang kusut, menghangatkan hubungan yang tadinya membeku sehingga cair kembali, melepaskan ikatan yang membelenggu, serta menyelesaikan problem yang menghadang terjalinnya keharmonisan hubungan. (M Quraish Shihab, Lentera Hati)
Itulah makna dari Minal ‘Aidin Wal Faizin dan Halal Bihalal. Akhir kata dari saya:
Makan ketupat pakai oporTakbir keliling bawa obor
Hidangan nikmat dengan menu ayamApabila selama ini ada kesalahanMohon perkenan dimaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri,Semoga kita dapat menemukan jati diriMemperoleh ampunan dan ridho Illahidan kelak mendapat kenikmatan sorgawi
Sekali lagi Selamat Hari Lebaran…