Minggu, 11 Januari 2009

Perang Nafas Panjang


Yasen Izzuddin

Israel masih terus melakukan eskalasi serangan ke Jalur Gaza sesuai rencana yang mereka buat sejak enam bulan lalu. Serangan ini dilakukan setelah mereka yakin blokade terhadap Jalur Gaza tidak membuahkan hasil yang mereka inginkan. Karenanya harus ada alternatif. Seruan terhadap ribuan pasukan cadangan dan mobilisasi opini publik agar bersiap melakukan perang panjang mengisyaratkan bahwa perang kali bukan sekedar bertujuan menghentikan roket perlawanan Palestina.

Apa lantas tujuan Israel kali ini? Apa tahapannya? Apa alternatif bagi perlawanan Palestina? Bagaimana kita membantu dan menduukung perlawan Palestina dalam perangnya melawan Israel?

Niat dan tujuan Israel

Tujuan Israel dalam perang kali ini bukan sekedar menghentikan roket perlawanan. Sebab itu bisa dilakukan dengan memperpanjang gencatan senjata dan membebaskan blokae. Israel selalu melihat bahaya perlawanan Palestina yang terus mempersenjatai diri. Karenanya sejak awal Israel berusaha memaksakan syarat “hentikan penylundupan senjata” dalam kesepakatan gencatan senjata. Setelah mereka gagal di sini, mereka mulai menyerang Jalur Gaza seperti sekarang ini.

Serangan Israel ke markas kepolisian di Jalur Gaza tidak mempengaruhi kekuatan perlawanan. Sebab memang sulit menyerang dengan target markas perlawanan di Jalur Gaza. Karenanya, Israel ingin mengkloning eksperiman “teror dan hantam secara psikologi” seperti yang dilakukan Amerika ketika menyerang Irak. Israel berharap Hamas dan perlawanan akan hancur tanpa melalui perang hakiki seperti yang terjadi dalam perang menghadapi Saddam Husain. Ini bisa kita lihat bagaimana media Israel memprovokasi warga sipil Palestina agar menyalahkan dan menyerang Hamas. Bahkan Israel ingin menciptakan konflik internal setelah perang kali ini. Sehingga kemampuan Hamas terkuras habis.

Perang kali ini juga mengharuskan kita menengok proyek Israel – Amerika setelah lima tahun terakhir mereka menyerang Irak, Libanon, Afaganistan dan Somalia. Proyek menghancurkan “negara perlawanan” di Gaza menurut mereka amat darura dilakukan. Sebab gerakan Hamas memiliki popularitas paling tinggi. Eksistensi Hamas di Gaza sangat mengancam proyek Israel Amerika. Apalagi menurut mereka Hamas dari sisi senjata masih lemah dan tidak memiliki dukung Arab yang kuat. Ditambah letak geografis Jalur Gaza.

Berdasarkan realitas di atas, kita harus menunggu kondisi terburuk dari Israel. Mereka menyerang markas-markas polisi dan dianggap serbagai operasi yang berhasil dan cerdas. Namun ini menunjukkan mereka terjepit dalam dilematis karena mereka tidak berhasil menghcurkan proyek perlawanan. Hingga sekarang Israel belum menggunakan seluruh kekuatannya. Dalam peperangan ini Israel masih mengerahkan 60 pesawat tempurnya di hari pertama yang merupakan 10 persen dari kekuatan udara Israel.

Adapun model perang Israel kali ini adalah sebagai berikut:

  1. Israel siap perang panjang selama beberapa pekan meski mereka rugi nyawa dalam batas relatif. Namun kemungkinan ketegaran mereka sangat rendah menghadapi kerugian itu.
  2. Israel hanya mengandalkan serangan udara hingga sekarang.
  3. Tidak ada dimulai perang darat kecuali jika semua target serangan udara tercapai. Serangan darat akan dilakukan dalam dua bentuk:
  1. Serangan luas di seluruh wilayah Jalur Gaza dan ini akan memakan korban nyawa yang banyak. Perang seperti ini akan segera berakhir jika spirit perlawanan menurun.
  2. Serangan bertahap dimana Israel akan menguasai wilayah perbatasan. Kemudian jika ada perlawanan di depan mereka yang lemah maka Israel akan maju ke wilayah lain. Dan demikian seterusnya. Model serangan ini akan mengurangi kerugian pasukan Israel. Namun kelemahannya gaya perang ini akan lama yang tidak sepadan dengan kemampuan pasukan Israel.
  3. Israel berusaha fokus dalam serangannya menghancurkan pos-pos pemerintah dan infrastruktur yang terkait dengan Hamas. Ini untuk mencari lagalitas internasional dan meyakinkan kelompok moderat Arab bahwa adalah kepentingan bersama dalam perang kali ini.

Alternatif bagi perlawanan

Tidak ada banyak pilihan bagi perlawanan kecuali melewati perang dengan seminim mungkin menekan kerugian dan menggagalkan target-target Israel. Pada saat yang sama mereka harus menciptakan capai-capaian berikut:

  1. Tetap tegar dan memperpanjang peperangan. Semakin lama perang, militer Israel semakin terbebani dan semakin kuat tekanan internasional terhadap mereka. Karena roket perlawanan adalah ujung tombak perlawanan, roket ini harus menembus dan mengenai sasarannya. Yang penting keberlanjutan serangan roket ini.
  2. Ujian ril perlawanan adalah mulai perang darat. Di sini perlawanan akan melakukan tiga tugas: pertama, menghalangi pasukan Israel dalam jangka yang lebih panjang. Kedua, memasang banyak ranjau. Terakhir, memukul serangan Israel melalui roket dan serangan lainnya.
  3. Keberlanjutan serangan ke titik dalam Israel dan menciptakan kerugian nyawa di kalangan mereka. Meski sehari roket perlawanan bisa membunuh satu orang Israel selama 10 hari itu lebih baik daripada dalam sekali serangan. Dari sisi psikologi ini lebih berpengaruh di pihak Israel.
  4. Perlawanan harus bisa menjatuhkan sebuah pesawat Israel dan menghancurkan tank atau menawan pasukan Israel. Ini dilakukan untuk menciptakan dilamatis Israel dan mencari dukungan dari Arab oleh Palestina yang terdlalimi.

Bagaimana membantu

Aksi kecaman terhadap Israel harus terus dilakukan oleh publik dan massa di negara-negara Arab dan Islam. Demikian juga aksi dukungan terhadap perlawanan harus dilakukan tanpa henti. Sehingga semua warga Palestina akan keluar membawa dan melempar batu dan pecahan botol dan kaca ke arah Israel. Terutama di Tepi Barat. Hal ini juga akan menimbulkan prakarsa pribadi dari warga Palestina untuk melakukan serangan ke Israel seperti bom syahid dan serangan merebut mobil.

Publik Arab juga harus menekan Israel. Jika mereka diam sama saja mereka setuju dengan kejahata Israel.

Kesimpulan

Berbagai indikasi menunjukkan, kejahatan dan brutalisme Israel di Jalur Gaza akan berlangsung lama. Sehingga perlawanan Palestina harus siap dengan segala kemungkinan dan mereka harus mampu bertahan di tengah pertempuran dan menyerang Israel secara fisik dan non fisik. Semua kita harus mendukung perlawanan itu. Yang menang dalam perang ini adalah yang memiliki nafas panjang dan memiliki kemampuan mengadapi musuh secara berkesinambungan. (bn-bsyr)


0 komentar: